Akibat Diam Terhadap LGBT

5 July 2020 | Opinion

Satu pekan yang lalu Unilever global dalam akun Instagramnya mengunggah gambar logo Unilever dengan parutan warna khas bendera LGBT dengan dibalut caption “We’re committed to making our LGBTQI+Colleagues as proud of us as we are of them.” Membuat dunia maya gempar dan perang opini antara pro dan kontra.

Akibat Diam Terhadap LGBT

Satu pekan yang lalu Unilever global dalam akun Instagramnya mengunggah gambar logo Unilever dengan parutan warna khas bendera LGBT dengan dibalut caption “We’re committed to making our LGBTQI+Colleagues as proud of us as we are of them.” Membuat dunia maya gempar dan perang opini antara pro dan kontra.

Jauh sebelum itu LGBT telah menguasai Barat sampai ke level politik yang tidak hanya ditandai pelegalalan hubungan sesama jenis tapi juga terjadinya PM Islandia “Johanna Sigurdardóttir” yang resmi mengumumkan pernikahan Lesbinya kepada dunia. Sungguh menjadi peristiwa paling pelik yang di terima abad ini.

Jauh sebelum itu juga kaum LGBT ini mencoba mencari penyandaran dan pembenaran dalam ilmu pengetahuan dengan mencetuskan bahwa homoseksual dan lesbian adalah faktor genetik. Teori pertama ini diperkenalkan oleh seorang ilmuwan Jerman bernama Magnus Hirschfeld pada 1899, yang nantinya hasil dari Magnus ini di pakemkan oleh seorang gay Dean Harmer. Ia menyatakan bahwa, kaum gay diyakini berasal dari kromosom Xq28 yang di turunkan dari ibu kepada anak laki-laki. Teori tersebut diruntuhkan oleh hasil riset Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario, yang pada 1999 mengadaptasi riset Harmer dengan jumlah responden yang lebih besar. Konklusi dari itu semua tidak ada kesamaan penanda dari kromosom Xq28 saudara kembar, kecuali kebetulan.

Adi Hidayat menyesalkan anak Indonesia bernama dr. Ryu Hassan yang menyatakan, bahwa LGBT itu bukan penyakit. Adi Hidayat pun menerangkan sejarah LGBT yang di centumkannya Gay dan Lesbian bukan lah sebuah penyakit mental di dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-II) pada 1974, Adi Hidayat pun membawa teori dari ilmuwan Polandia Jerzy Konorski pada tahun 1948 mencetuskan teori bahwa otak manusia seperti plastik (neuroplasticity) untuk menerangkan bahwa perintah Quran untuk menjaga pandangan sangat penting karena bisa merubah orientasi, fantasi, dan gairah seseorang.

Kini orang-orang yang mengaku Islam membenarkan sikap dan gerakan LGBT dengan menyeret-nyeret dalil Quran. Seperti kasus Islam Liberal dalam situsnya islamlib.com menulis dalam artikel “Dalil LGBT dalam al-Quran”, Quran justru mendapatkan tempatnya jika kita menyadari bahwa keragaman orientasi seksual bagian dari sesuatu yang bersifat bawaan (alamiah, tabiat). Ia menafsirkan an-Nur ayat 31 bahwa perintah menutup aurat tidak di wajibkan jika dihadapan pria yang sudah tidak berhasrat pada perempuan. Mirisnya lagi Dede Oetomo seorang aktivis Gay garis keras ini mendapatkan penghargaan dari Felipa Soaza Award.

Jika belum bisa menghindari produk-produk yang mendukung LGBT setidaknya anda tidak berhenti memposting penyimpangannya dengan data-data karena kita memiliki kaidah “Akhofu adh-Dhararain (memilih kemudaratan teringan)”, kemudaratan teringan adalah perkahan meninggalkan produknya dan gencar membeberkan fakta penyimpangan LGBT. Dengan membagikan bahaya LGBT yang sepertinya hal sepele ternyata bisa berefek besar untuk menghalau pemahaman menyimpang yang dikutuk Allah dan Rasulnya.

Jas Hitam

Judul : Jas Hitam
Penulis : Rachmad Abdullah, S•Si., M.Pd.
Penerbit : Al Wafi Publishing
Ukuran : 14 x 20,5 cm
Halaman : 374 Halaman
Berat : 410gr
Jenis : Soft Cover

Populer

© Copyright Boombox Zine 2020