Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Al-Ghazali mentahdzir kaum Sufi

30 September 2020 | Opinion

Setiap orang yang menelaah peradaban di abad 10 dan 11 pasti selalu mencocokan kepada zaman ini. Karena al-Quds yang tercengkram oleh orang kufar dan kualitas keimanan serta adab yang sangat menurun drastis. Dalam situasi sulit itu Allah memberikan para Mujadid (pembaharu) untuk mengangkat Izzah kaum Muslimin.

Al-Ghazali mentahdzir kaum Sufi

Setiap orang yang menelaah peradaban di abad 10 dan 11 pasti selalu mencocokan kepada zaman ini. Karena al-Quds yang tercengkram oleh orang kufar dan kualitas keimanan serta adab yang sangat menurun drastis. Dalam situasi sulit itu Allah memberikan para Mujadid (pembaharu) untuk mengangkat Izzah kaum Muslimin. Salah satu pembaharu itu ialah Abdul Hamid al-Ghazali yang dikenal Imam al-Ghazali.

Al-Ghazali selalu menjadi sosok yang menarik dibahas karena ia bisa di potret dari berbagai sisi bisa sebagai, ahli Ushul Fiqh, ahli Filsafat, ahli Tasawuf, dan bidang ilmu yang lain. Luar biasanya lagi banyak yang menisbatkan gerakan sufinya mengambil pendapat al-Ghazali yang sebenarnya gerakan sufi itu ternyata mendapat keritikan pedas dari al-Ghazali itu sendiri.

Golongan sufi menjadi bahasan komentar paling keras di kitab magnum opusnya  “Ihya ‘ulum ad-Din”. Penyimpangan yang terjadi dalam golongan ini sangat luas dan lebih banyak dari golongan manapun. Al-Ghazali membagi golongan ini dalam beberapa kelompok :

Kelompok pertama, mereka yang hanya berpenampilan sok suci namun tidak bersusah payah dalam bermujahadah, riyadhah, menjaga hati, dan perilaku lahir mereka.

Kelompok kedua, mereka yang tidak sanggup mengenakan pakaian lusuh dan tinggal sederhana, mereka memakai pakaian mewah dan memakan-makanan yang lezat. Mereka menjauhi perbuatan maksiat namun gemar mengecam orang.

Kelompok ketiga, mereka mengklaim telah menguasai ilmu ma’rifar, menyaksikah (musyahadah) kebenaran tertinggi (al-haqq). Padahal mereka tidak mengetahui semua itu selain nama dan istilahnya saja. Kolompok ini memandang rendah para fuqoha, ahli tafsir, ahli hadits, apalagi orang awam.

Kelompok keempat, mereka menolak aturan syariat dengan dalih Allah sudah tidak membutuhkan amal perbuatan mereka. Mereka menganggap yang penting adalah amalan hati.

Kelompok kelima, mereka yang mengklaim telah mencapai maqam-maqam tertentu, padahal hanya dalam bentuk khayalan-khayalan yang hakikatnya adalah bid’ah atau kufur.

Kelompok keenam, mereka yang mempersulit dalam hal makanan namun lalai menjaga hati dan anggota badan.

Kelompok ketujuh, mereka yang berkedok menonjolkan akhlaq dan sifat tawadhu’, sehingga mendapatkan pengikut untuk di jadikan batu loncatan memperkaya diri.

Kelompok kedelapan, mereka yang serius mengkaji ilmu-ilmu teoritis dalam penyakit hati namun lalai dari mempraktikan semua ilmunya.

Kelompok kesembilan, mereka yang fokus suluk (meditasi), setelah mereka merasa telah ma’rifatullah mereka berbangga diri dan merasa memiliki keistimewaan.

Kelompok kesepuluh, mereka yang berusaha mencapai ma’rifatullah namun terjerumus karena merasa telah menerima cahaya Allah dan melihat rahasia-rahasia. Maka ada diantara mereka yang menyatakan “Ana al-Haqq” dan ini penyimpangan yang paling besar.

Al-Ghazali memandang aktivitas para sufi hanya formalitas dan merupakan fenomena yang negatif yang menghancurkan kehidupan masyarakat. Al-Ghazali juga memberikan pernyataan, ketika sisi batin kebanyakan kaum sufi pada masa kini (pada era perang salib) tidak memiliki pemikiran yang jernih dan perbuatan yang mendalam dan mereka tidak mencapai kedekatan dengan  Allah ﷻ dengan cara mengingat-Nya dalam keadaan sepi, sementara dalam kehidupan nyata mereka adalah pengangguran, malas bekerja, merasa sulit mencari penghasilan, dan lebih suka mengemis.

Referensi : Abdul Hamid al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulum ad-Din dan Dr. Majid al Kilani dalam kitabnya ModelS Kebangkitan Umat Islam.

Sulaiman Al Qanuni Sultan

Judul : Sulaiman Al Qanuni Sultan
Penulis : Rachmad Abdullah, S•Si., M.Pd.
Penerbit : Al Wafi Publishing
Ukuran : 15 x 23 cm
Halaman : 286 Halaman
Berat : 390gr
Jenis : Soft Cover

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021