Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Anwar Al-Awlaki ; Da’i Internasional Al-Qaeda

1 Februari 2020 | History

Jika kalian yang berkecimpung di dunia dakwah tahun 90an pasti tidak asing dengan nama Anwar Al Awlaki terlebih untuk pemuda Islam yang berdomisili di barat. Namanya makin mengerucut setelah peristiwa 11 September 2001 dan ia menjadi penggerak yang aktif untuk pengiriman Mujahiddin dari USA untuk berjihad.

Anwar Al-Awlaki ; Da’i Internasional Al-Qaeda

Jika kalian yang berkecimpung di dunia dakwah tahun 90an pasti tidak asing dengan nama Anwar Al Awlaki terlebih untuk pemuda Islam yang berdomisili di barat. Namanya makin mengerucut setelah peristiwa 11 September 2001 dan ia menjadi penggerak yang aktif untuk pengiriman Mujahiddin dari USA untuk berjihad.

Ia adalah Anwar bin Nasir bin Abdullah Al-Awlaki. Terlahir di negeri Paman Sam pada tanggal 21 April 1971, tepatnya di kota Las Crusses, New Mexico, Amerika Serikat. Hidup dan berkembang dalam suasana intelektual yang kental. Ayahnya, Nasir Al-Awlaki adalah seorang sarjana Fulbright yang mendapatkan gelar master ekonomi pertanian di New Mexico State pada 1971. Gelar doktor pun disabetnya di universitas yang berbeda, yaitu di Nebraska. Ayahanda Al-Awlaki ini selain berpendidikan tinggi juga merupakan orang yang terkemuka. Dia pernah mengajar di Universitas Minnesota dari tahun 1975-1977.

Pada 1978 Al-Awlaki yang berusia 7 tahun pindah ke Yaman bersama keluarganya. Menetap di Yaman selama 11 tahun sambil melanjutkan studinya di Azal Modern School. Al-Awlaki juga belajar ilmu leadership (kepemimpinan) di San Diego State University, meskipun gelar sarjana tidak ia dapatkan di sini. Universitas George Washington juga pernah ia sambangi untuk mencapai gelar doktoral, tetapi karena suatu hal ia berhenti. Di universitas ini Al-Awlaki belajar dari Januari sampai Desember 2001 saja. Karena semangat belajar diennya – walau informal, tak heran jika Al-Awlaki menjadi seorang ideolog, seorang imam dan militan Islam. Ia pun menjadi imam masjid di Falls Church, Virginia dari tahun 2001-2002. Karena kecakapan dalam bahasa Inggris dan kepandaiannya dalam berkomunikasi, ia mendapatkan simpati dari muslim AS hingga mencapai 3000 simpatisan. Namun sebelumnya pada masa periode pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an, Al-Awlaki menjadi imam di masjid-masjid di California, Colorado dan Washington DC.

Sentuhan pertama dengan jihad bisa dilihat Semasa masih berstatus sebagai mahasiswa teknik sipil Colorado (tahun 1993), tidak seperti mahasiswa pada umumnya Al-Awlaki menghabiskan liburan musim panasnya mengunjungi Afghanistan pasca berakhirnya pendudukan Soviet. Ia merasa sangat tersentuh dengan kondisi negara miskin yang sarat dengan kelaparan.

Tahun 1994 Al-Awlaki  menikahi sepupunya dari Yaman. Pada tahun ini juga ia mulai menjadi imam di komunitas muslim Denver sekaligus menjadi pengkhotbah. Namun, 2 tahun kemudian ia diberi peringatan dan hukuman oleh tetua di Denver karena telah mendorong mahasiswa Saudi bergabung dalam jihad Chech-nya melawan Rusia. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, Al-Awlaki meninggalkan Denver dan menuju San Diego.

Tahun 1996 hingga tahun 2000, Al-Awlaki menjadi imam masjid Ar-Ribat Al-Islami di San Diego, California. Berkat kepiawaiannya, Al-Awlaki mempunyai pengikut sekitar 200-300 orang di masjid ini.

Pada 31 Agustus 2006, Syaikh Al-Awlaki ditangkap dengan empat orang lainnya dengan tuduhan penculikan remaja Syiah yang digunakan untuk tebusan dan partisipasi dalam rencana Al-Qaeda untuk menculik pimpinan militer AS. Tahun 2006-2007 Syaikh Al-Awlaki dipenjara pemerintahan Yaman atas desakan AS. Lagi-lagi AS memanfaatkan situasi dengan mendatanginya di penjara dan menginterogasi soal serangan 9/11 dan beberapa tuduhan lainnya. Pemerintahan Yaman yang merupakan kacung AS pun tidak keberatan dengan hal ini.

Pada 12 Desember 2007, Syaikh Al-Awlaki bebas melalui lobi perantara sukunya. Al-Awlaki pindah rumah ke daerah Saeed di daerah pegunungan Shabwa. Namun, nama Anwar Al-Awlaki tetap saja sudah masuk ke dalam daftar 100 tahanan militan yang terkait dengan Al-Qaeda. Jadi, sewaktu-waktu Syaikh Al-Awlaki bisa “diambil” dan dikirim ke hotel prodeo.

Pemerintah Yaman pada tanggal 24 Desember 2009 mengklaim bahwa Syaikh Al-Awlaki tewas dalam serangan udara jet tempur. Serangan itu bertujuan menggempur pertemuan para senior Al-Qaeda di sebuah persembunyian di Rafd, lembah penggunungan terpencil di timur Shabwa. Namun itu hanyalah klaim kosong saja.

Tanggal 30 September 2011, di provinsi Al-Jaws Yaman Utara, dua predator drone dengan rudal hellfire menghantam kendaraan yang ditumpangi Syaikh Al-Awlaki dan tiga anggota Al-Qaeda. Keberadaan Al-Awlaki diendus oleh basis CIA di Arab Saudi.

Penyerangan yang berakhir dengan syahidnya Syaikh Al-Awlaki rahimahullah ini diperdebatkan oleh seorang wartawan dan penulis Green Greenwald. Ia berpendapat dalam situs salon.com bahwa pembunuhan Al-Awlaki melanggar amandemen pertama yang berisi hak untuk kebebasan berbicara, kurang kuatnya bukti dan berbagai tuduhan pada Al-Awlaki yang belum diverifikasi.

Anthology 2020 Boomboxzine

Judul : Anthology 2020 Boomboxzine
Penulis : Boomboxzine
Penerbit : Boombox Zine Press
Ukuran : A4 (ukuran Majalah)
Halaman : 71 Halaman

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021