Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Benarkah Islam Agama Yang Terbelakang ?

10 Juni 2020 | Opinion

Islam adalah ajaran-ajaran yang suci. Islam senantiasa memotivasi umatnya untuk memperhatikan secara seksama  mempelajari, menggali berbagai fenomena alam dan mengungkap rahasia-rahasianya, serta hukum-hukumnya. Kesemua itu dimaksudkan untuk mencari hakikat kehidupan

Benarkah Islam Agama Yang Terbelakang ?

Islam adalah ajaran-ajaran yang suci. Islam senantiasa memotivasi umatnya untuk memperhatikan secara seksama  mempelajari, menggali berbagai fenomena alam dan mengungkap rahasia-rahasianya, serta hukum-hukumnya. Kesemua itu dimaksudkan untuk mencari hakikat kehidupan yang tersimpan dalam alam raya serta kehidupan ini, dan menjadi jalan menuju keimanan sejati kepada Sang Maha Pencipta Yang Maha Esa, yang menciptakan semua ini dengan cermat dan penuh dengan ketelitian. Islam merupakan agama yang komprehensif yang datang untuk mengatur kehidupan ini dengan berbagai bidangnya, tidak menentang kemajuan dan tidak menghambat pembangunannya sama sekali, sebagaimana yang dituduhkan orang-orang yang fanatis memusuhi Islam. Hal ini tergambar jelas dalam rahasia pertumbuhan gerakan ilmiah pada abad pertengahan serta kemajuannya yang dicapai oleh bangsa Arab dan Umat Islam kala itu yang tidak lain bertumpu pada ajaran-ajarannya yang suci dan mulia, sebagaimana yang tercermin dalam nash-nash Al-Quran yang memang merupakan undang-undang dasar umat Islam. Al-Qur’an dan juga Hadits-hadits Rasulullaah pun men gaskan pentingnya arti Ilmu pengetahuan dan pengamalannya.

Diantara hadits-hadits Rasulullah tersebut beliau bersabda ‘’Menuntut Ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim (HR.Ibnu Majah no.224) ini menjadi bukti nyata, bahwa ajaran Islam menjamin kebebasan berfikir dan berekspresi, memberikan hak kepada setiap individu untuk berfikir bebas dan mengambil pelajaran dari segala sesuatu yang mencerahkan kepadanya, kemudian mengeskpresikannya melalui berbagai sarana.

Dalam ilmu-ilmu alam, Al-Quran tidak mengajukan sebuah teori ilmiah dengan memperhatikan satu bukti tertentu dengan memperlihatkan fenomena dan kehidupannya, melainkan dengan memberi isyarat yang indah dengan menyerukan kepada setiap manusia untuk mengamati faktor-faktor pendorong di balik terjadinya fenomena-fenomena tersebut, mencari tahu tentang perbedaan dan persamaanya,  lalu kemudian menyimpulkan dari semua itu, tentang kekuasaan Sang Maha Pencipta dengan segala kebesaran-Nya. Seperti dalam (Q.S Al-Ghasyiah :17-20) ‘’Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan. Dan langit, bagaimana ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakan dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?” Itulah salah satu diantara ayat lainnya yang melatar belakangi seorang muslim dalam menghasilkan berbagai ilmu pengetahuan  memanfaatkan potensi akalnya dengan sebaik-baiknya dan menjadikan aktivitas ilmiah sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam hidupnya, hingga menelurkan berbagai  buah karya karya tersebut menjadi peran besar dalam kemajuan peradaban dunia dan manusia hari ini. Sejarawan Irlandia Wallace Murphy dalam sebuah karyanya yang berjudul What Islam Did for us: Understanding Islam’s Contribution to westren Civiliziation atau dalam karya lainnya dengan judul The west Debt to Islam (utang barat terhadap Islam) dalam karyanya tersebut ia mengajak orang-orang Barat mengakui besarnya utang mereka terhadap Islam yang sampai kapan pun takkan pernah bisa mereka bayar. Pernyataan yang dilontarkan Murphy tersebut tentu bukan tanpa dasar hal ini atas bagaimana transfer ilmu pengetahuan dari Islam ke Barat pada zaman pertengahan yang digambarkan sebagai zaman kegelapan (The Dark Ages of Europe) saat itu bangsa Eropa adalah  masyarakat yang tertinggal dan sangat terbelakang namun dengan perlindungan kaum muslimin itulah barat berlomba-lomba mempelajari karya-karya kaum muslim yang pada saat itu Islam sedang berada di Puncak kejayaannya, hingga menjadikan mereka seperti sekarang ini. Roger Bacon sebagai orang terkemuka di antara mereka yang mempelajari ilmu-ilmu Arab dan mentransformasinya kepada generasi muda Eropa, ia mengakui bahwa karya-karya Aristoteles tidak akan bisa dipahami dan diterima di Barat hingga dijelaskan oleh buku-buku yang ditulis Ibnu Rusyd, Al-Kindi serta ilmuwan muslim lainnya. Para Orientalis pun mengakui bahwa sejumlah terjemahan intelektual muslim terbilang luar biasa dan mengagumkan, jumlahnya yang banyak diteliti  dengan berbagai materi yang mereka kumpulkan, menjadi referensi serta rujukan-rujukan utama bagi perpustakaan di dunia hingga menjadi tumpuan atau pendoman utama bagi berbagai Universitas di  Eropa para ilmuwan barat pada abad pertengahan kala itu  tidak memiliki karya yang dapat disandingkan dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan ilmuwan yang hidup sezaman dengan mereka pada periode kebangkitan Islam. Hal ini menjadi bukti konkret tentang arti penting warisan ilmiah peradaban Islam dengan kontribusinya yang memiliki pengaruh  begitu kuat dalam prinsip-prinsip dasar pengetahuan modern, yang bisa kita petik seperti sekarang ini.

Di sisi lain hal yang perlu kita ketahui peradaban Islam merupakan peradaban yang begitu gemilang dalam semua lini salah satu diantaranya adalah warisan rumah sakit atau dalam Islam disebut dengan Bimaristan. Di masa peradaban Islam segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat selalu mendapat perhatian tinggi bukan hanya soal ilmu pengetahuan saja, namun urusan Kesehatan juga menjadi perhatian yang penting dari masa Rasulullah Shalallahu Alaihiwasalam hingga masa kekhilafahan. Salah seorang Ulama Besar Dr. Ahmad Isa Bik rahimahullah dalam karyanya yang berjudul Tarikh Al-Brimaristanat Fi Al-Islam menyebukan bahwa orang pertama yang mendirikan Brimaristan adalah Rasulullah, bahkan sampai pada masa kekhilafahan setelah peninggalan Rasulullah Brimaristan atau Rumah Sakit tak hanya berfungsi sebagai pusat pengobatan melainkan juga menjadi sebuah Universitas, tempat menimba ilmu dan riset dibidang kesehatan yang melahirkan Ilmuwan  mengahsilkan berbagai penemuan ilmiah di bidang kedokteran, yang karya-karyanya menjadi eksilopedi kedokteran. Mulai pembedahan Anatomi, Penemuan sirkulasi darah serta pembedahan baru ditemukan di masa Islam hingga menjadikan kontribusi besar peradaban Islam untuk dunia dalam Dunia Medis hingga saat ini. Ajaran Islam selalu meyerukan umatnya pada Ilmu pengetahuan, beramal, memuliakan akal, jiwa kemajuan serta kebahagiaan dalam setiap sendi-sendi kehidupan bermasyarakat untuk terus berkembang dan maju. Hal itu sudah terbukti pada belasan abad silam dimana peradaban yang bertengger di puncak bumi tak lain adalah peradaban Islam, berkontribusi dan berperan besar dalam kemajuan pemikiran umat manusia terutama dalam hal Ilmu pengetahuan. Dengan prinsip-prinsipnya yang begitu mulia dan sempurna kemajuan dalam berbagai bidang ekonomi, pengetahuan maupun teknologi Islam selalu menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak yang memang merupakan bagian perintah Allah dan Rasul-Nya. dengan begitu kemajuan dan akhlak selalu berbanding lurus, hal itu muncul karena Islam memiliki konsep uswatun hasanah terhadap seorang Nabi, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali umat muslim berusaha meneladani Nabi Muhammad Shalallahu Alaihiwasalam yang memang sempurna dan paripurna. Konsep uswatun lainnya ini tidak mungkin dapat diikuti oleh lainya seperti kaum komunis yang tak bisa menjadikan Karl Marx sebagai suri tauladannya dimana kehidupannya  memang seorang pemabuk dan jarang mandi.hingga menjadikan terciptanyanya tatanan masyarakat yang tak hanya maju, sejahtera, namun juga beradab. Bandingkan dengan kemajuan yang terjadi saat sekarang ini dimana hegemoni pengetahuan dan teknologi  Barat mendominasi dunia, akan tetapi berbading terbalik dengan kehidupan masyarakatnya dimana kemerosotan moral terjadi hal itu bisa kita lihat terjadinya moralitas perpecahan di masyarakat, prostitusi, peningkatan kejahatan, obat-obat terlarang serta homoseksual ataupun lainnya. Sudah sepatutnya kita menyadari dan besyukur dengan Islam yang berada di dalam sanubari kita. Adapun kemunduran yang terjadi hari ini bukan karena Islam itu sendiri yang senjatinya membuat umatnya maju namun hal tersebut karena umat Islam hari telah menjauhi ajarannya sendiri yakni Al-Quran dan Ash-Sunnah dan terlena dengan kehidupan Barat yang cenderung merosot di tambah lagi sejak abad 13 umat Islam telah meninggalkan karakternya sebagai orang yang cinta akan Ilmu pengetahuan dan literasi sebagian dari hidupnya. Sebagian pakar sejarah Ilmu pengetahuan dan peradaban yang tak suka terhadap Islam terus berupaya mengubur sejarah peradaban Islam dan kontribusinya yang luar biasa dalam pemikiran umat Manusia. Akankah kita terus tertidur pulas dan meratapi kejadian yang telah berlalu ? Atau menjadi bagian dari generasi yang mengembalikan kejayaan yang telah di pupuk oleh para generasi Umat terbaik ini ?

Anthology 2020 Boomboxzine

Judul : Anthology 2020 Boomboxzine
Penulis : Boomboxzine
Penerbit : Boombox Zine Press
Ukuran : A4 (ukuran Majalah)
Halaman : 71 Halaman

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021