Daftar Ustadz Yang Perlu Kamu Tau

25 July 2020 | Opinion

Syukur alhamdulillah tak henti-hentinya kita menyanjung sang Maha Berkuasa dan Maha Hidup, tidak beranak dan diperanakan. Gelombang hijrah yang kita saksikan paling tidak 5-6 tahun terakhir ini benar-benar menyita perhatian dunia. Dulu Islam pernah dihantam dengan isu Islamophobia karena 9/11 namun efeknya Islam semakin merebak di Barat

Daftar Ustadz Yang Perlu Kamu Tau

Syukur alhamdulillah tak henti-hentinya kita menyanjung sang Maha Berkuasa dan Maha Hidup, tidak beranak dan diperanakan. Gelombang hijrah yang kita saksikan paling tidak 5-6 tahun terakhir ini benar-benar menyita perhatian dunia. Dulu Islam pernah dihantam dengan isu Islamophobia karena 9/11 namun efeknya Islam semakin merebak di Barat. Ketika satu dekade berikutnya di citrakan buruk karena Arab Spring dan Islamic State ternyata berefek gelombang hijrah ditiap hati anak muda Muslim di seluruh dunia.

Reaksi gelombang hijrah memang berefek besar sekali mulai dari hal kecil seperti kaos dakwah, banjirnya produk berlebel sunnah sampai hal-hal properti syari’ah. Tidak cukup disitu gerakan hijrah ini membuahkan hal besar seperti gerakan pasar syari’ah, penukaran dinar-dirham dan wacana merebut lahan dari tangan-tangan orang kafir.

Kita coba kerucutkan pembahasan ini dalam lingkup Indonesia. Fenomenologi yang berimbas positif ini bisa kita tengok bibitnya diawal 2000-an mulai dari gerakan Tarbiyyah PKS, HTI, Darut Tauhid, MMI, FPI, dan Salafiyyah. Semua itu meninggalkan pola syiar orang-orang tua seperti dzikir akbar, istighasah, dan gerakan dakwah kampus ala DDII. Namun stepnya berubah saat masuk awal 2010 dimana berkembang pesat telekomunikasi dan berubahnya konsumsi umat dari semula mendengarkan cassette atau VCD berubah pada  sosial media.

Nama-nama yang berkembang kita bisa runut seperti Khalid Basalamah yang diawal 2012 telah membuat tren dengan tanya jawab yang singkat dan mudah di search. Di susul pula oleh para da’i muda seperti Syafiq Riza, Adi Hidayat, Omar Mita dan Firanda Andirja menyajikan berbagai spektrum yang lebih luas lagi. Adapun gerakan yang besar menopang para pemuda adalah besutan Inong dan Hanan At-Takki yang membentuk Shift bermarkas di Bandung dan mempunyai efek besar sampai ke arah fashion anak muda ikut berubah.

Selama 2 tahun yang didominasi oleh ustadz-ustadz Salafiyyah membuat gusar para Asya’irah memunculkan nama-nama seperti Buya Yahya dan Idrus Ramli namun tidak cukup gaungnya menyalip konten-konten Salafiyyah, dalan situasi seperti itu Abdul Somad naik kepermukaan karena mayoritas Indonesia adalah Asya’irah dan ini menjadi sebuah pegangan baru untuk membendung benturan arus Salafiyyah. Alhamdulillah Abdul Somad ternyata tidak membuat efek hantaman keras kepada Salafiyyah namun iya menciptakan suasana persatuan.

Daftar ustadz-ustadz di atas kita sudah sering dengar dan kalau kita teliti masing-masing mereka hanya berkutat pada masalah kajian Teologis Tauhid, Hadits, Fiqh, Tazkiyyah, Sejarah, keluarga dan beberapa muamalah. Namun sayangnya hal ini yang terus terngiang-ngiang di udara sehingga beberapa yang kami temui pembahsannya tidak luas dan cenderung acuh pada hal-hal politik syar’iyyah, ghazwul fikr, perang ekonomi, jihad dan lain-lain menjadi porsi yang kecil. Dengan daftar ini semoga para pembaca bisa mengeksplorasi keilmuan ustadz-ustadz yang secara istiqamah dalam kajian yang jarang dilirik oleh mayoritas Muslim, berikut kami tuturkan;

  1. Muhammad Elvandi

Beliau adalah tokoh muda dari gerakan Garbi besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah. Elvandi menyajikan kajian yang sangat sistematis dan khusus membahas kajian peradaban, politik, dan sirah Nabi. Beliau berlatar belakang pendidikan sarjana Kairo dan mengambil master di Prancis dan Inggris. Kalian bisa menemukan sudut pandang yang dinamis dan fakta-fakta fenomena politik yang ternyata berhubungan dengan arus gerakan Islam.

  1. Abu Rusydan

Walaupun bukan orang baru di dunia dakwah namun nama beliau masih terdengar awam oleh kuping-kuping yang lahir di akhir 90-an keatas. Abu Rusydan sosok yang istimewa karena mempunyai analisa yang bagus dalam menyikapi gerakan Islam dan spesialis membahas pendidikan jihad. Backgroundnya adalah alumnus militer Afghanistan sekaligus murid dari Abdullah Azzam rahimahullah.

  1. Ichsanuddin Noorsy

Tokoh yang satu ini lebih sering mucul dilayar televisi karena bicaranya yang lantang soal politik ekonomi. Namun sedikit dari milenial yang tahu bahwa ia aktif membantu gerakan-gerakan Islam mulai dari DDII, FPI, sampai Indonesia Anti JIL. Beliau penulis yang produktif dan kajian beliau khusus membahas ekonomi dan geopolitik.

  1. Henri Shalahuddin

Dr. Henri adalah salah satu peneliti dan orang penting di INSIST. Beliau terkenal saat menjadi orang pertama yang mengkritik habis pemikiran Nars Hamid Abu Zayd. Ia selalu dijuluki Pendekar Gender karena kajiannya yang khusus membahas gender sebagai perlawanan dari pemikiran gender equality.

  1. Akmal Sajfril

Sosok yang satu ini seharusnya sangat terkenal dikalangan milenial sayangnya masih banyak yang belum mengenal beliau. Akmal adalah salah satu pendiri ITJ (Indonesia Tanpa JIL), tentu saja beliau membawakan materi khusus konter pemikiran liberal, sekuler, dan plural. Penjelasan yang beliau sajikan sangat mudah dicerna dan bisa dijadikan pegangan hujjah untuk debat dengan kaum liberal.

Semoga lima referensi speaker diatas bisa membentuk intelektual kita lebih kuat, rapih, dan yang terpenting menambah keimanan kita kepada Allah. Sebab musuh Islam sangat tersistematis menghantam syari’at Islam maka kita pun harus lebih getol menyajikan bantahan atas tuduhan-tuduhan keji terhadap Islam yang sebenarnya fitnah. Jika kita belum bisa memproduksi konter pemikiran, argumen, dan karya visual setidaknya membagikan konten-konten tentang konter pemikiran ini juga bisa bernilai pahala yang besar dan menjadi bukti kecemburuan kita terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Muhammad Al Fatih

Judul : Muhammad Al Fatih
Penulis: Dr. Muhammad Ash-Shalabi
Penerbit: Pustaka Arafah
Diameter: 14 x 20,5 cm
Halaman: 362 Halaman
Berat : 450gr

Populer

© Copyright Boombox Zine 2020