Klandestin Ghazwul Fikri

6 July 2020 | Opinion

Berakhirnya Perang Salib tidak berarti dendam Barat terhadap umat Islam dan umatnya berakhir begitu saja. Dendam kesumat yang berkepanjangan itu akhirnya dapat mereka lampiaskan ketika Eropa (Barat) melalui Columbus dapat mengetahui dan membuka pintu jalur perjalanan dan perdagangan ke dunia Timur dan dunia Islam

Klandestin Ghazwul Fikri

Berakhirnya Perang Salib tidak berarti dendam Barat terhadap umat Islam dan umatnya berakhir begitu saja. Dendam kesumat yang berkepanjangan itu akhirnya dapat mereka lampiaskan ketika Eropa (Barat) melalui Columbus dapat mengetahui dan membuka pintu jalur perjalanan dan perdagangan ke dunia Timur dan dunia Islam.

Seiring terjadinya revolusi industri di Eropa, kebutuhan mereka terhadap sumber energi (minyak bumi) dijadikan alasan untuk melakukan penjajahan era kedua terhadap negara-negara Islam, yang merupakan daerah penghasil sumber energi tersebut. Untuk itu, mereka harus mematikan terlebih dahulu ghirah  keislaman di dada setiap umat Islam sehingga perlawanan terhadap mereka dapat padam dan umat Islam dapat dipecah belah dan dikuasai (devide et impera). Akhirnya, selain melakukan penjajahan wilayah, merekapun melakukan penjajahan budaya, pola berpikir dan akidah. Untuk itu semua, mereka melakukan ghazwul fikri (perang pemikiran) untuk melemahkan dan membentuk pemahaman berpikir umat Islam yang sesuai dengan keinginan mereka.

Menurut Abu Ridha dalam buku Asep Syamsul M. Romli, S.IP yang berjudul Demonologi Islam, ghazwul fikri merupakan bagian tak terpisahkan dari uslub qital (metode perang) yang bertujuan menjauhkan umat Islam dari agamanya. Ia adalah penyempurnaan, alternatif dan pengadaan cara peperangan dan penyerbuan merekan terhadap dunia Islam. Program ghazwul fikri ini meliputi sebagai berikut:

  • Tasykik, yakni gerakan yang berupaya menciptakan keraguan dan pendangkalan kaum Muslimin terhadap agamanya. Misalnya, dengan terus menyerang (melecehkan) Al Quran dan hadits, melecehkan Nabi Muhammada shalallahu aialihi wasaallam, atau mengampanyekan bahwa hukum Islam tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
  • Tasywih, gerakan yang berupaya menghilangkan kebanggaan kaum Muslimin terhadap agamanya. Caranya, memberikan gambaran Islam secara buruk sehingga timbul rasa rendah diri di kalangan umat Islam. Di sini, mereka melakukan pencitraan negatif tentang agama dan umat Islam lewat media massa dan lain-lain sehingga terkesan menyeramkan, kotor, kejam dan sebagainya.
  • Tadzwib, yakni pelarutan budata dan peikiran. Di sini, kaum kuffar melakukan pencampuradukan antara hak dan batil, antara ajaran Islam dan non Islam, sehingga umat Islam kebingungan mendapatkan pedoman hidupnya.
  • Taghrib, yakni pembaratan dunia Islam, mendorong umat Islam agar menerima pemikiran dan budaya Barat, seperti sekularisme, nasionalisme dan sebagainya.

Perlu kita sadari dari ke-empat program ghazwul fikri yang disebutkan di atas, sebenarnya telah merajalela dan terlaksana dengan langgeng hari ini maupun sejak dahulu kala terhadap dunia Islam, mereka menyusupi kaum Muslimin dengan cara diam-diam seolah-olah hal tersebut menjadi hal yang wajar serta dimaklumi oleh diksi maupun kalimatnya yang dilontarkan. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam yang diciptakan oleh Allah ta’ala sebagai umat yang terbaik, maka dari itu ghirah kita terhadap Islam jangan pernah sampai pudar oleh kicauan-kicauan khalayak yang menurut kita sudah mulai menyerang Islam.

“Islam tidak akan membiarkan umatnya tertidur seperti tidurnya Ahlul Kahfi, sebab Islam adalah agama dinamis dan hidup. Allah senantiasa mengutus individu, kelompok, institusi atau gerakan yang akan membangunkan umat dari tidurnya dan menghidupkan Gerakan Islam. Selain itu, kebangkitan merupakan naluri umat Islam”
-Dr. Yusuf Al Qaradhawi-

Referensi: Asep Syamsul M. Romli, S.IP, dalam bukunya “Demonolgi Islam

Mizanul Muslim Jilid 2

Judul : Mizanul Muslim Jilid 2
Penulis : Abu Ammar Abu Fatiah Al Adnani
Penerbit : Cordova Mediatama
Ukuran : 16,5 x 24 cm
Halaman : 786 Halaman
Berat : 1.150gr

Populer

© Copyright Boombox Zine 2020