Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Kronologi Cikal Bakal Perang Afghanistan vs Soviet

9 Juli 2020 | History

Banyak dari kita terutama yang lahir era 90-an tidak begitu mengenal asal muasal sebuah perubahan yang besar di dunia yaitu peristiwa Jihad Afghanistan vs Uni Soviet. Ini bukan hanya sekedar pertempuran atau fenomena politik melainkan sebuah tanda berubahnya zaman dan awal kebangkitan. Bukankah setelah Jihad Afghan ini kaum Muslimin

Kronologi Cikal Bakal Perang Afghanistan vs Soviet

Banyak dari kita terutama yang lahir era 90-an tidak begitu mengenal asal muasal sebuah perubahan yang besar di dunia yaitu peristiwa Jihad Afghanistan vs Uni Soviet. Ini bukan hanya sekedar pertempuran atau fenomena politik melainkan sebuah tanda berubahnya zaman dan awal kebangkitan. Bukankah setelah Jihad Afghan ini kaum Muslimin bisa menjalin hubungan secara internasional untuk berbicara gerakan jihad, bukankah Barat ketar-ketir sampai menduduki Iraq dan Afghanistan untuk menekan kekuatan Islam, dan bukan kah salah satu raksasa dunia Uni Soviet di kubur dalam pentas sejarah?

Sebuah momentum jihad yang diawal thun 1959, Prof. Gholam Muhammad Nazi menjadi dosen pada fakultas Syari’ah di Universitas Kabul. 9 tahun setelah itu ia diangkat sebagai dekan. Ia alumni Mesir, pemikirannya banyak terpengaruh oleh sistem pergerakan disana.

Prof. Gholam tergerak untuk mendidik kader pemuda Islam di kampus agar mampu menghadapi terkaman komunis. Diantara kadernya ialah Burhanuddin Rabbani dan Abdul Rasul Sayyaf. Selain mahasiswa, ia juga membina dosen-dosen yang punya semangat Islam. Selesai kuliah, Burhanuddin Rabbani dan Sayyaf diangkat menjadi dosen oleh Prof. Gholam.

Tahun 1969 terbentuklah organisasi perjuangan mahasiswa Islam yang diketuai oleh Abdurrahim Niazi dengan nama al-Jam’iyah Islamiyyah. Selama berjalan tiga tahun ketua organisasi ini digantikan oleh Burhanuddin Rabbani dan wakilnya Abdul Rasul Sayyaf, mereka aktiv menyuarakan Islamisasi dan juga membentuk simpatisan bagi kawan-kawannya yang di ciduk oleh apparat seperti Gulbuddin Hikmatiyar dan Habiburrahman. Prof. Gholam tidak ditampilkan dalam gerakan ini karena ia di posisikan sebagai sutradara pergerakan Islam.

Rusia geram melihat perkembangan di Kabul. Bulan Juli 1972 Daud dinaikan tahta, Zhahir Syah di gulingkan, tugas utama dari Presiden baru ini adalah menumpas semua gerakan Islam. Pada tanggal 15 Maret, gerombolan-gerombolan demonstran bersenjata berkumpul di kota Herat. Demonstrasi itu dengan cepat berubah menjadi sebuah pemberontak kemudian menyerang penjara kota dan membebaskan para musuh rezim yang ditahan.  Hikmatiyar bebas dan langsung menyusul kawan-kawannya, waktu itu banyak perwira-perwira dari militer yang mendukung perjuangan Islam, baik angkatan darat maupun angkatan udara. Hikmatiyar berkata “saat itu kekuatan kami lebih besar dari pada kekuatan tantara yang setia kepada Daud.”

Dalam rezim komunis Afghanistan antara Hafizhahullah Amin dan Nur Muhammad Taraki berseteru bahkan puncaknya terjadi saling kudeta dan pembunuhan menjadikan status politik Afghanistan yang tidak menentu. Sementara pedebatan mengenai masalah Afghanistan berlangsung sengit di antara para pemimpin Soviet, terjadi perubahan dalam struktur kekuasaan di Kremlin. Brezhnev telah mengalami serangkaian serangan stroke sejak tahun 1973 dan pada tahun 1979 dia sudah terlalu uzur. Sementara kesehatan Brezhnev memburuk, komisi Afghanistan di Politbiro memperoleh pengaruh yang semakin besar.

Pada saat para pemimpin Soviet menyetujui intervensi di Afghanistan, mereka tidak berperang membela PDPA (The People’s Democratic Party of Afghanistan).  Sementara dari pihak Mujahiddin yang dimana setelah para pemuda yang tergabung dalam Jami’yah Islamiyyah dan juga para perwira militer seperti Ismail Khan bertemu di Peshawar Pakistan. Mereka menata lagi organisasi dengan menyusun taktik dan strategi baru. Dibentuk Majlis Permusyawaratan, Rabbani ditunjuk sebagai ketuanya.

Majlis berpendapat dua, Rabbani dan Hikmatiyar saling berbeda pendapat. Rabbani tidak setuju langsung dengan perlawanan senjata. Ia berpendapat, melawan rezim dimulai dengan saluran politik dan penerangan. Rabbani kalah suara dengan Hikmatiyar , mayoritas yang hadir adalah pemuda yang mendukung perlawanan bersenjata. Saat itulah diproklamasikan perang Jihad!  Pertempuranpun terjadi sampai akhir 1989 dan di sisi lain Uni Soviet sendiri mengalami kebobrokan di dalam pemerintahannya serta penuntutan kemerdekaan negeri-negeri Eropa dan Asia Tengah seperti Armenia, Belarus, Moldova, Ukraina, Kazakhstan, Kirgizstan, Uzbekistan, Estonia, Latvia dan Lituania, salah satu yang terkenal adalah revolusi beludru.

Dalam situasi geopolitik seperti ini Abdullah Azzam yang getol mengkampanyekan jihad di dunia Arab dan salah satu buku yang menjadi pemikat para pemuda Arab kala itu adalah Ayatur Rahman Fii Jihadil Afghan (Tanda-tanda Allah di Jihad Afghanistan) disambut hangat oleh para komponen Muslim di berbagai negeri yang nanatinya para alumnus jihad Afghan ini menjadi pentolan-pentolan penggerak jihad di Aljazair, Libya, Somalia, Suriah dan Sudan hari ini.

Ibrahnya sekarang ini kita memiliki peranan politik jihad dalam kancah internasional dan insyaAllah Afghanistan, Suriah, Somalia, Checnya kembali ketangan mujahiddin.

Referensi : Abdullah Azzam dalam kitabnya Ayatur Rahman fii Jihadil Afghan dan Niko Oktorino, Afghanistan 1979-89 Tentara Komunis Soviet VS Mujahidin

Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir

Judul : Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir
Penulis : Indra Martian MA
Penerbit : JURNIS Publishing
Ukuran : 14×20,5
Berat : 400gr

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021