Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Lahirnya Komunisme di Dunia Arab

22 Mei 2020 | History

Berbicara komunisme, memang masih menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Terlihat dari perjalanan paham ini yang sering sekali bentrok dengan pemahaman Islam. Mulai dari adu gagasan soal manifesto keadilan sampai pertarungan fisik. Kita bukan sedang mengenang romantisme mujahiddin Afghanistan

Lahirnya Komunisme di Dunia Arab

Berbicara komunisme, memang masih menjadi isu yang menarik untuk dibahas. Terlihat dari perjalanan paham ini yang sering sekali bentrok dengan pemahaman Islam. Mulai dari adu gagasan soal manifesto keadilan sampai pertarungan fisik. Kita bukan sedang mengenang romantisme mujahiddin Afghanistan yang menumbangkan beruang merah Uni Soviet, melainkan kita membahas lahirnya komunisme di jantung negeri Muslim (dunia Arab).

Kita bisa mulai bahasan ini dengan melihat aspek pergolakan politik diawal abad ke-20. Turki Utsmani yang menanggung kekalahan besar saat perang dunia pertama dan menyatakan berubah menjadi negara republik, maka secara otomatis daerah yang selama ini dipertahankan mati-matian melawan kolonial Inggris dan Perancis harus tercecer menjadi negara-negara bangsa.

Isu kekhilafahan masih sangat hangat namun para pemimpin Arab yang membuat kongres tentang Khilafah hanya sebagai simbol atau lebih gamblangnya para Raja Arab hanya berebut mahkota Khalifah. Kolonialisme yang bercokol di daerah Arab pun harus melepaskan cengkraman politik kolonialnya setelah kaum Muslimin bersatu dan mengangkat simbol persatuan pada seorang Raja. Dan ini berhasil di tahun 1920an seperti Mesir, Yordania, Irak, dan Suriah mereka menjadi merdeka dari koloni Inggris dan Perancis.

Berjalannya kepemimpinan para monarki setelah era kolonialisme masih membuat ganjalan yang kentara karena para pemuda, perwira, dan para intelektual di tahun 1940an mendengungkan ide untuk menurunkan konsep monarki yang dianggap feodal. Seperti kita bisa lihat dengan adanya Ikhwanul Muslimin yang merupakan salah satu bentuk perlawanan kaum Muslimin menentang konsep feodalisme. Sedangkan dari pihak sekular ekstrim ada gerakan Ba’athisme (gerakan komunis) yang mencoba meruntuhkan momok monarki.

Dalam perjalanannya gerakan Islam kalah ekstrim oleh gerakan Ba’ath dikarenan gerakan Islam lebih memberikan status quo kepada para Raja. Gerakan Ba’ath ini dalam gebrakannya menjadi sebuah partai, motto partai ini adalah Wahdah, Hurriyah, Ishtirrakiyah berarti “Persatuan, Kebebasan, Sosial Arab, ‘Kebebasan’ menekankan  pada kebebasan dari pengaruh Barat, dan ‘Sosialisme’ menspesifikasikan pada sosialisme Arab.

Ba’ath di pelopori oleh dua pemikir yaitu Michel Aflaq dan Salahuddin al-Bithar. Keduanya semasa kuliah di Perancis sangat aktif dalam studi-studi tentang komunisme. Seperti Aflaq yang mendirikan Serikat Pelajar Arab di Sorbonne, dan menela’ah tulisan-tulisan Karl Marx. Ia kembali ke Suriah pada 1932, dan menjadi aktif dalam Partai Komunis Perancis.

Singkatnya dalam perkembangan pemikiran Aflaq dan al-Bithar yang juga menjadi pemasok gagasan bagi Ba’ath harus menemui gelombang kritik oleh para juniornya seperti Saddam Hussain yang mengkudeta Hassan Bakkr, Gamal Abdul Nasser yang mengkudeta singkat Presiden Muhammad Naguib dan Hafiz al-Assad yang menjadi Presiden Suriah.

Tahun 50an menjadi angin yang kencang bagi dunia Arab dikarenakan para pemikir masih silau dengan cara pandang komunisme yang mereka anggap menjadi satu-satunya bentuk ideal untuk melawan kapitalisme Barat.

Para pemikir Islam pun tidak luput dari kecaman dan penyiksaan para pemimpin negara dimana Ba’ath menguasai negeri-negeri di dunia Arab. Seperti Sayyid Quthb yang harus berakhir di tiang gantungan dan Marwan Hadid yang dikecam habis oleh jendral, hakim dan para elit untuk melumpuhkan gerakan Islam yang telah dibangun Marwan Hadid.

Ba’ath pun makin kesini semakin tergerus oleh perubahan politik, mulai dari jatuhnya Saddam oleh Goerge  W Bush dan gerakan Arab Spring yang menggedor kekuasaan Bashar al-Assad yang insyaAllah akan musnah juga di Suriah.

Referensi : Paul Salem, Bitter Legacy: Ideology and Politics in the Arab World, (New York 1994: Syracuse University Press)

Anthology 2020 Boomboxzine

Judul : Anthology 2020 Boomboxzine
Penulis : Boomboxzine
Penerbit : Boombox Zine Press
Ukuran : A4 (ukuran Majalah)
Halaman : 71 Halaman

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021