Menelusuri Pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia – History

Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE


Beli Buku






Menelusuri Pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia

By : Rulian Haryadi | 25 Juli 2022

Mayoritas peneliti gerakan Islam beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kelompok yang paling bertanggung jawab untuk setiap aksi terror yang terjadi. Argumen ini tentu tidak benar. Ada beberapa indikasi yang harus dicermati pertama peneliti itu tidak ada dengan kondisi politik era akhir kolonialisme


Baca

Menelusuri Pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia

Mayoritas peneliti gerakan Islam beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kelompok yang paling bertanggung jawab untuk setiap aksi terror yang terjadi. Argumen ini tentu tidak benar. Ada beberapa indikasi yang harus dicermati pertama peneliti itu tidak ada dengan kondisi politik era akhir kolonialisme. Kedua mereka tidak melihat bahwa provokasi kekerasan umum di propagandakan oleh kelompok Nasionalis, Komunis, bahkan kelompok Kebatinan sekalipun. Ketiga para peneliti juga tidak melihat dampak psikologi umat pasca runtuhnya Turki. Namun tulisan ini tidak membahas hal demikian karena ada yang lebih menarik, yaitu penelusuran pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia.

Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hassan al-Banna Bersama enam orang sahabatnya di Ismailia pada 1928. Langkah ini diambil bahwa pendirian IM memang lebih kepada sebuah keputusan atas keprihatinan terhadap moral Muslimin yang samakin di kikis oleh nilai-nilai Barat. Barulah setelah itu dakwah Hassan al-Banna menjalar ke kedai kopi, pasar, dan perkumpulan rakyat. Respon positif dari masyarakat serupa denga apa yang diterima oleh HOS Tjokroaminoto yang terkesima dengan Sarekat Islam.

Lalu persinggungan dan dampak apa yang terasa oleh dakwah Islam Indonesia atas kiprah IM itu yang akan kita urai. Pertama yang harus di akui ialah pernyataan Proklamator Bung Hatta yang mengatakan, “Kemenangan diplomasi Indonesia dimulai dari Kairo. Karena, dengan pengakuan mesir dan negara- negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

Hal ini bisa kita akses informasi dan foto-fotonya secara umum di buku, surat kabar (pada masa itu), dan tumpukan artikel di Internet. Foto yang paling fenomenal dimana Sutan Syahrir dan Nazir Pamoencak dengan Hassan al-Banna dalam rangka ucapan terimakasih kepada Ikhwanul Muslimin atas jasanya yang mendesak pemerintah Mesir mengakui kemerdekaan Indonesia. Juga ada foto dari H. Agus Salim yang sedang berbincang dengan Hassan al-Banna. Bisa ditarik fase pertama pengaruh IM terhadap Indonesia ialah hubungan diplomatik atas ukhuwah Islam.

Fase kedua ditandai dengan penarikan karya-karya dari Sayyid Quthb yang saat itu sudah menjadi ikon dari IM. Karya “al-‘Adalah al-Ijtima’iyyah fil Islam” mempengaruhi pandangan Buya Hamka sehingga beliau menuliskan karya yang serupa dengan judul “Keadilan Sosial dalam Islam.” Juga tafsir “Fii Zhilalil Quran” menjadi bacaan para da’I dan aktivis yang mempunyai akses Bahasa Arab.

Fase ketiga bis akita tarik di era pertumbuhan penerbit buku Islam mulai menjamur pada 80-an. Dr. Haidar Bagir pendiri Mizan mengakui bahwa buku-buku dari pemikir IM mulai dari Hassan al-Banna, Sayyid Quthb, sampai Sa’id Hawa di cetak laris pada fase awal penerbit Mizan. Pada dekade 80-an ini pula peran aktivis dari DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) aktif juga menerjemahkan karya pemikir IM.

Masjid Salman ITB menjadi basis besar pertukaran pemikiran IM. Disana digelar berbagai kajian Islam oleh Lembaga Dakwah Kampus yang nantinya tren ini menyebar ke kampus besar seperti UI, UNDIP, UNPAD, Brawijaya, dan lain-lain. Untuk aktivitas pendalaman tentang ideologis diadakan liqo oleh Gerakan Tarbiyah yang menjiplak gaya IM dalam mengkader. Tak heran tokoh-tokoh besar era Tarbiyah seperti Rahmat Abdullah, Didin Hafiduddin, dan Hilmi Aminuddin mengkader mahasiswa yang nantinya akan mendirikan partai Partai Keadilan yang pada melenium awal merubah nama menjadi PKS seperti yang kita kenal.

Ikhwanul Muslimin yang selalu di tarik pengaruhnya pada PKS. Anggapan ini sangat keropos mengingat hampir seluruh aktivis dan jama’ah di Indonesia pasti mengadopsi dari pemikiran tokoh IM. Sebut saja NII binaan Abdullah Sungkar, dua bersaudara Abdulkadir bin Ali Alhabsyi dan Husein bin Ali Alhabsyi yang menisbatkan diri sebagai pengagum revolusi Iran, dan sebagainya.

Pengadopsian tidak terbatas pada pola pengkaderan dan metode, pengaruh IM bisa mempengaruhi nilai filosif para ulama, tokoh dan politisi hari ini. Nama seperti Abdul Somad, Annis Mata, Fahri Hamzah, sampai pemikir muda Muhammad Elvandi sangat terilhami oleh gerakan IM. Beragam dan banyaknya eksponen pemikir IM baik yang di Mesir, Suriah, dan Palestina membuat kaum Muslimin pasti mengambil manfaat darinya.

Referensi 
– Ali Muhammad Garishah, Dakwah dan Sang Dai Kharisma Hasan al-Banna, (Jakarta: Gema Insani Press 1988)
– Dr. Hamka, Keadilan Sosial dalam Islam, (Jakarta: Gema Insani Press 2015)
– Yusuf al-Qardhawi, Kembali Dalam Dekapan Tarbiyah, (Surakarta: Era Adicitra Intermedia 2021)


Kembali

Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir

Judul : Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir
Penulis : Indra Martian MA
Penerbit : JURNIS Publishing
Ukuran : 14×20,5
Berat : 400gr


Beli Sekarang

Populer

Hukum Prancis Bernafaskan Mazhab Maliki

By : Rulian Haryadi

Ketika Mohammad Natsir Membantu Jihad Afghanistan

By : Rulian Haryadi

Pergulatan Saddam Hussein dan Oposisi

By : Rulian Haryadi

Mahatma Gandhi Yang Menolak Negara Islam

By : Rulian Haryadi

Hukum Prancis Bernafaskan Mazhab Maliki

By : Rulian Haryadi

Ketika Mohammad Natsir Membantu Jihad Afghanistan

By : Rulian Haryadi

Pergulatan Saddam Hussein dan Oposisi

By : Rulian Haryadi

Mahatma Gandhi Yang Menolak Negara Islam

By : Rulian Haryadi

Materi di situs ini boleh direproduksi, didistribusikan, ditransmisikan, di-cache, atau digunakan dengan cara lain, kecuali ilustrasi dan gambar harus memberikan izin dari Boombox Zine. Untuk lebih lengkap klik disini.

Temukan kami di :

Di dukung oleh :

© Copyright Boombox Zine 2021


Facebook


Instagram


Youtube