Islamic insight and store
BOOMBOX ZINE

Salman Rusdhie & Ayat-ayat Setan

6 Desember 2019 | Figure

Doktrin sekuler yang disuntikan paksa oleh para pemimpin negara pasca perang dunia (terutama dinegeri-negeri Muslim) tidak hanya menyudutkan para pejuang syariat tetapi merusak generasi kaum Muslimin. Tak heran jika kita lihat di 80an dan 90an banyak yang mengeluhkan urusan moral terutama adab terhadap orangtua.

Salman Rusdhie & Ayat-ayat Setan

Doktrin sekuler yang disuntikan paksa oleh para pemimpin negara pasca perang dunia (terutama dinegeri-negeri Muslim) tidak hanya menyudutkan para pejuang syariat tetapi merusak generasi kaum Muslimin. Tak heran jika kita lihat di 80an dan 90an banyak yang mengeluhkan urusan moral terutama adab terhadap orangtua.

Belum lagi dua konsep yang secara intens di obrak-abrik oleh ilmuwan-ilmuwan barat yang materialistik dan dua konsep itu ialah Pendidikan dan Psikologi.

Tak cukup di bidang itu, umat Islam pun yang latah dengan modernisasi dengan sigap mungkin mengganti isi kepalanya dengan teori-teori barat. Salam Rushdie adalah salah satu contoh kerusakan dari pemikiran tersebut.

Kasus Salman Rusdhie yang mengudara pada 26 November 1988 karena telah meluncurkan Novel The Satanic Verses (ayat-ayat setan). Novel yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad ﷺ sebagai manusia haus wanita.

Dalam novel setebal 547 halaman ini, Nabi Muhammad ﷺ misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai “Mahaound, most pragmatic of prophet.” Digambarkan sebuah lokasi pelacuran bernama The Curtain, hijab, yang dihuni pelacur-pelacur yang tidak lain adalah istri-istri Nabi Muhammad. Istri Nabi yang mulia, Aisyah Radhiyallahu’anha, misalnya, ditulis oleh Rushdie sebagai “pelacur berusia 15 tahun.” (The fifteen years old whore ‘Ayesha’ was the most popular with the paying public, just as her namesake was with Mahound). (hlm.381).

Negeri-negeri Muslim dihebohkan dengan novel itu dan aksi demo tak terelakan lagi. Bahkan ada yang mensayembarakan kepalanya. Pada tahun 1993 Yayasan Khordad Iran menjanjikan US$ 300.000 bagi siapa saja yang bisa membunuhnya. Tahun 1997 dinaikan menjadi US$ 600.000 dan tahun 1999 menaikan lagi sebesar US$ 2,8juta sebagai hadiah. Dan sontak para ulama pun mengeluarkan fatwa vonis kafir atas Salman Rushdie.

Rushdie yang memang menggeliat licin ini segera mencari suaka perlindungan ke Inggris dan diberi gelar Sir pada tahun 2007 oleh pihak kerajaan. Sampai saat ini sang penghina Nabi ini belum juga tertangkap dan diadili. Dan yang lebih mengherankannya lagi Indonesia menerbitkan terjemahan buku “Midnight Children” dari Salman Rushdie.

Referensi : Dr. Adian Husaini M.Si dalam bukunya “10 Kuliah Agama Islam (panduan menjadi cendekiawan mulia dan bahagia)”

Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir

Judul : Pemikiran Politik Abu Bakar Ba’asyir
Penulis : Indra Martian MA
Penerbit : JURNIS Publishing
Ukuran : 14×20,5
Berat : 400gr

Populer

© Copyright Boombox Zine 2021