Stoikisme Bukan Bahan Bakar Perubahan

By : Albi Dwi Putra | 22 Juni 2022

   Stoik menjadi alternatif sebagai gaya hidup dalam menghilangkan stress agar bisa merasakan hidup yang lebih tenang dan bahagia. Stoikisme sendiri merupakan aliran Filsat Yunani kuno yang didirikan di kota Athena, Yunani, oleh Zeno dari citium pada awal abad ke-3 SM. Penganut aliran filsafat ini dinamakan kaum “Stoa.” Aliran Filsafat Stoik mengedepankan peran akal dalam hidup untuk merespon segala sesuatunya selaras dengan akal. Tujuannya agar bisa hidup dengan emosi negative yang terkendali. Sehingga manusia dengan segala permasalahannya yang begitu kompleks yang sangat besar kemunkinan timbul rasa cemas, resah dan sebagainya tidak berpengaruh sedikitpun terhadap dirinya.

   Stoikisme mengajarkan bahwa ada hal di dalam dan diluar kendali seseorang. Stoik menitikberatkan untuk fokus pada diri sendiri, dengan bijak dalam mempersepsikan sesuatu. Kesimpulan dalam aliran Stoik bahwa jika ada seseorang yang di selimuti perasaan kekhawatiran dalam dirinya bukanlah karena peristiwa tertentu tersebut yang meresahkan dirinya tetapi persepsi akan hal-hal dari peristiwa tersebut. Dengan kata lain dari seorang Filsuf Stoa, Epictetus mengungkpakan, “bahwa sumber utama dari segala keresahan itu apa yang ada di dalam pikiran manusia, bukan hal atau peristiwa itu sendiri.”

   Dari pemamparan diatas dapat kita tarik bahwa aliran Filsafat Stoikisme ini menggunakan peran akal dan menukar sentifitas hati dengan kadar nalar sendiri. sebagai satu-satunya untuk mengobati batin yang sakit. Penganut Stoik meyakini bahwa segala sesuatu yang di lakukan dengan nalar positif dan baik akan menghasilkan ketenagan iiwa.  Bahkan pegiat youtube Ferry Irwandi yang melebarkan pengaruh stoik sebagai filsafat yang tidak bertentang dengan Islam. Ia menyebut mubram, mualaq, dan tawakal berjalan dengan ide stoikisme.

   Padahal jika kita kritisi stoikisme sangat dekat sekali dengan “Jabbariyyah” aliran sesat di era awal Islam yang melepaskan kemampuan diri dengan menyandarkan segala jenis perbuatan pada Allah sebagai pengatur kehidupan. Meskipun para stoa menolak di sandingkan dengan nihilism ala Friedrich Nietzsche tetapi dalam penerapannya acapkali beriringan.

   Penyandingan Stoikisme dengan Islam yang ditawarkan Ferry Irwandi sangatlah fatal karena dalam Islam juga dibutuhkan kekhawatiran sebagai bahan bakar berpikir dan bergerak. Rasulullah yang bertafakur di gua Hirra adalah bentuk keresahan yang terjadi di Makkah dan secara konsisten atas bimbimngan wahyu terjadi perubahan dunia.

   Atau jika contoh diatas terlalu Nabawwi kita bisa cuplik peristiwa besar di dunia berjalan atas dasar keresahan. Gerakan renaissance, revolusi Prancis, dan revolusi Industri. Amatlah naif jika kita mengambil stoik sebagai jalan hidup memecahkan problem dalam diri, justru hadirnya keresahan dan imajinatif dari diri seseorang adalah bahan bakar yang menyajikan dasar-dasar perubahan zaman.

Opinion

History

Shop

Physical Book

Mata Pedang Haq (Anthology 2021)
By : All Contribution Boombox

Mata Pedang Haq (Anthology 2021)
By : All Contribution Boombox

Materi di situs ini boleh direproduksi, didistribusikan, ditransmisikan, di-cache, atau digunakan dengan cara lain, kecuali ilustrasi dan gambar harus memberikan izin dari Boombox Zine. Untuk lebih lengkap klik disini.

Temukan kami di :

Di dukung oleh :