Yang Harus Berguncang Di Meja Santai

15 Juni 2020 | Opinion

Tidak kurang literasi ini tertuang dalam kitab-kitab nan apik dan di kaji secara sengit untuk memunculkan kristal yang berkilau memecahkan kegelapan kehidupan. Ilmu-ilmu Islam berkubang tak kurang hanya membahas problem masalalu atau romantisme golden era. Kita sudah seharusnya terpatri lebih gencar memproduksi narasi tentang kepemimpinan Islam

Yang Harus Berguncang Di Meja Santai

Tidak kurang literasi ini tertuang dalam kitab-kitab nan apik dan di kaji secara sengit untuk memunculkan kristal yang berkilau memecahkan kegelapan kehidupan. Ilmu-ilmu Islam berkubang tak kurang hanya membahas problem masalalu atau romantisme golden era. Kita sudah seharusnya terpatri lebih gencar memproduksi narasi tentang kepemimpinan Islam dalam kancah internasional dan mulai menyingsingkan tema-tema yang kontra produktif seperti Jamaluddin Al Afghani mencetuskan Pan Islamisme dalam rangka menjawab ideologi global yang berkecamuk sebelum perang dunia.

Celah-celah yang harus ditatap pada masa yang paling tidak 5 tahun dari sekarang sudah harus diburai di meja-meja santai yang selama ini hanya dipakai menikmati senja sembari mengungkapkan romantisme-romantisme Islamic golden age. Beberapa jalur politik yang kita lakukan ini sudah jauh lebih liar dan radikal di banding awal-awal era Pan Islamisme. Maka sepatutnya kita mereproduksi gagasan-gagasan yang harus menggantikan sistem dunia hari ini dengan pemikiran yang runcing dan transparan. Jika seorang Imanuel Kant, Nicolaus Copernicus, dan sederet para pemikir yang menjadi pematik pemikiran di abad setelahnya bisa menjadikan orang-orang seperti Roosevelt, Mao, Churchill, Stalin, Mustafa Kamal dan kawanan totalitarian lainya. Mereka semua rutin memproduksi gagasan-gagasan dan mencoba memecahkan problem-problem eropa.

Mungkin sudah waktu untuk kita yang jauh dari medan ribath (berjaga-jaga di batas wilayah peperangan) untuk merumuskan sebuah sistem yang global, yang dengannya bisa menggantikan wajah ekonomi kapitalis hari ini. Mulai lebih menggeliat untuk ke pasar global dan keluar dari kubangan wacana bank, koperasi, dan lain-lain. Kita membutuhkan pasar nyata dan alur sistem yang bisa mencakar setiap elit global dan menyadarkan manusia untuk menerapkan sistem Islam.

Sistem itu harus dipetakan betul dalam serat-serat nilai Quran dan Hadits namun untuk sebuah uslubnya (varian)  bisa apa saja tidak perlu menggandeng nama syariah. Karena untuk menyedot antusias manusia harus berpenampilan global tidak mengenakan baju yang bersifat ideologi keagamaan. sebagaimana para ilmuwan Muslim tidak pernah menamakan bahwa ini pengobatan syariah, teknologi syariah, dan lain sebagainya. Dan ini harus menjadi alasan untuk kaum muslimin meruncingkan pemikiran di meja-meja kopi kita dan di setiap pojok-pojok halaman kampus hingga tertumpah di permukaan sebagai alternatif pengganti momok sistem hari ini.

Mizanul Muslim Jilid 1

Judul : Mizanul Muslim Jilid 1
Penulis : Abu Ammar & Abu Fatiah Al Adnani
Penerbit : Cordova Mediatama
Ukuran : 16,5 x 24 cm
Halaman : 672 Halaman
Berat : 1.010gr

Populer

© Copyright Boombox Zine 2020